Pemeriksaan Kesehatan Mendalam di RSPAD Gatot Subroto, Lukas Enembe Dibantarkan

  • Bagikan
Tersangka Gubernur Papua Lukas Enembe mengenakan rompi oranye, diborgol dan menggunakan kursi roda saat di tampilkan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Rabu, Jakarta (11/1/2022). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Penahanan terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi, kembali dibantarkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pembantaran itu dibenarkan KPK dalam rangka proses pemantauan kesehatan Lukas Enembe di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

“Benar ya informasi yang kami terima untuk tersangka LE atas rekomendasi dokter KPK ini dibantarkan penahanannya, untuk keperluan pemantauan kesehatan secara mendalam di RSPAD Gatot Soebroto,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (18/1).

Lukas sebelumnya menjalani rawat jalan di RSPAD pada Selasa (17/1). Dalam kesempatan itu, Lukas memang diperiksa tim medis dalam rangka penambahan obat-obatan yang diperlukan. Berdasarkan pemeriksaan tim dokter, Lukas harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Tetapi kemudian dari tim medis RSPAD dan dokter KPK merekomendasikan agar dibantarkan terlebih dahulu agar pemantauannya lebih mendalam,” ucap Ali.

Meski demikian, Ali memastikan Lukas dalam kondisi stabil. Menurutnya, Lukas bisa jalan ke toilet termasuk makan sendiri di rumah sakit.

“Sehingga kami ingin tegaskan tentu pemenuhan hak-hak dari kesehatan tersangka KPK penuhi, termasuk dokter pribadinya nanti kami persilakan untuk dampingi tersangka Lukas Enembe. Mengenai surat pembantaran bisa kami pastikan sudah dikirimkan kepada pihak keluarga,” papar Ali.

Juru bicara KPK bidang penindakan ini mengingatkan, tim penasihat hukum Lukas untuk tidak berlebihan dalam menyampaikan kondisi kesehatan kliennya ke publik.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan