Presiden Keseringan Sebut Resesi, Pakar: Fondasi Sulsel Kuat

  • Bagikan
Presiden Jokowi berulang kali mengingatkan soal ancaman resesi ekonomi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Ada kekhawatiran berlebihan presiden terhadap resesi. Sulsel dipastikan tangguh menghadapinya.

Memang, sejumlah gejala resesi bisa berefek pada Indonesia, termasuk Sulsel. Salah satunya angka inflasi yang cukup tinggi. Hanya saja, dampaknya tak seserius yang dikhawatirkan.

Kondisi global yang rapuh wajar membuat Presiden RI Joko Widodo berulang kali mengingatkan bahaya resesi. Dalam sejumlah acara resmi, dia menyampaikan puluhan negara telah antre jadi "pasien" International Monetary Fund (IMF).

Bisa jadi, ancaman yang kerap kali disampaikan lelaki yang kerap disapa Jokowi itu merupakan bentuk "warning" atau peringatan seorang kepala negara terhadap semua segmen pemerintahan.

Terbaru, Jokowi menyampaikan kekhawatirannya itu dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forum Koordinasi Kepala Daerah (FKPD) se-Indonesia di Bogor, Jawa Barat, Selasa, 17 Januari.

"Ini sudah enam bulan digadang oleh Jokowi. Amerika sudah capai negatif pertumbuhannya," urai Prof Hamid Paddu, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas).

Hal ini dilakukan Jokowi demi meningkatkan kehati-hatian agar isu tersebut tidak benar-benar terjadi, baik di Indonesia, maupun di Sulsel. Sekaligus sebagai bentuk antisipasi melihat situasi global yang memiliki indikator resesi terlebih dahulu.

Persaingan tak sehat Amerika-China, krisis pangan di Eropa, titambah ketegangan Rusia-Ukraina yang masih terus berlanjut. "Jerman kekurangan pasokan gas karena terputus akibat Rusia-Ukraina, maka perkiraannya jika Indonesia tidak kuat fondasi, maka akan terkena dampak juga," sambung Hamid Paddu.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan