Ruangan M Taufik Digeledah KPK, Ketua Fraksi Gerindra Merespons Begini

  • Bagikan
ILUSTRASI: Gedung DPRD DKI Jakarta (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Fraksi Gerindra DKI Jakarta, Nurhasan menyatakan bahwa pihaknya belum berkomunikasi dengan M. Taufik terkait dengan penggeledahan yang dilakukan KPK di ruangannya pada Selasa (17/1) kemarin.

“Belum (ada komunikasi),” ujarnya saat dihubungi wartawan, Rabu (18/1).

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya belum berencana untuk memanggil M. Taufik untuk memberikan penjelasan terkait penggeledahan tersebut. “Belum ada (rencana pemanggilan),” katanya.

Namun begitu, Nurhasan mengungkapkan bahwa Gerindra mendukung kerja-kerja yang dilakukan KPK terkait dengan penggeledahan yang dilakukan itu. “Kami mendukung dan menjunjung tinggi penegakan hukum, tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Nur Hasan membenarkan bahwa ruangan anggotanya, M. Taufik turut digeledah KPK pada Selasa, (17/1) malam lalu. Namun begitu, ia mengatakan bahwa ruangan M. Taufik sudah kosong sejak dirinya mengundurkan diri sebagai anggota partai Gerindra.

“Ruangan tersebut kosong dan tidak ditempati pak Taufik,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Rabu (18/1).

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra Rani Mauliani. Ia mengungkapkan bahwa ruangan M. Taufik sudah kosong setelah dirinya mengundurkan diri.

“Menurut info memang seperti itu, tapi sepanjang sepengetahuan saya ruangan pak MT saat ini kan memang juga sudah kosong seiring beliau menyatakan mengundurkan diri,” terangnya.

“Barang-barang pribadi sudah tidak ada,” sambung Rani.

Untuk diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengamankan barang bukti usai menggeledah kantor DPRD DKI Jakarta, pada Selasa (17/1) kemarin. Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu yang digeledah ruang kerja Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dan anggota DPRD Mohamad Taufik.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan