Walaupun Sudah Dimaafkan Keluarga, Ini yang Memberatkan Bharada E

  • Bagikan
Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Bharada Richard Eliezer alias Bharada E di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (18/10). Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjelaskan peran terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Richard Eliezer alias Bharada E selaku eksekutor menjadi hal yang memberatkan hukumannya.

“Hal-hal yang memberatkan, terdakwa merupakan eksekutor yang mengakibatkan hilangnya nyawa korban Nofriansyah Yosua Hutabarat,” Jaksa Penuntut Umum Paris Manalu saat membacakan tuntutan di hadapan Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (18/1/2023).

Perbuatan tersebut mengakibatkan hilangnya nyawa Yosua dan menimbulkan duka terdalam bagi keluarga Yosua.

Menariknya, ada perbedaan dari cara pembacaan surat tuntutan. Jaksa membacakan surat tuntutan secara singkat, berbeda dengan saat membacakan tuntutan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Jaksa yang biasanya membacakan fakta-fakta sidang ketika membaca analisis yuridis, tapi di sidang Eliezer, fakta sidang itu tidak dibaca. Jaksa juga biasanya membacakan tanggapan terkait keterangan sejumlah saksi dan ahli, tapi di sidang ini tidak dibacakan juga.

"Kesepakatan supaya cepat," ujar jaksa Paris Manalu saat dikonfirmasi.

Bharada E diyakini jaksa melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Hal memberatkan Eliezer adalah bertindak sebagai eksekutor penembakan Yosua. Hal meringankan adalah Eliezer saksi pelaku yang bekerja sama dan menyesali perbuatannya. (Pram/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan