JPU Tuntut Bharada E 12 Tahun Penjara, Akbar Faizal: Makna Justice Collaboratornya di Mana?

  • Bagikan
Akbar Faizal

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Nagara Institute, Akbar Faizal, merespons perbedaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Birgadir J), Richard Eliezer (Bharada E), dengan tiga terdakwa lainnya.

Akbar Faizal mempertanyakan, tuntutan JPU terhadap Richard Eliezer yang dituntut penjara 12 tahun, sedangkan terdakwa Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Terdakwa Kuat Ma'ruf, hanya delapan tahun penjara.

Padahal, beber Akbar Faizal, pengakuan Richard Eliezer menjadi pintu masuk terbongkarnya kasus pembunuhan terhadap Birgadir J tersebut. Selain itu, ia mempertanyakan di mana makna justice collaborator-nya.

"Yth.Pak Jaksa Agung, Terdakwa Richard Eliezer yang pengakuannya jd pintu masuk terbongkarnya kasus ini koq dituntut 12 thn? Tp PC, RR dan KM hny 8 thn. Makna Justice Collaboratornya dimana? Saya mewakili pertanyaan dan kekecewaan byk org Pak. @kejaksaanagung @mohmahfudmd @jokowi," cuit Akbar Faizal di linimasa Twitternya, dikutip FAJAR.CO.ID, Rabu (18/1/2023).

Sementara itu, Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Gus Umar alias Muhammad Umar Syadat Hasibuan soroti tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Birgadir J), Putri Candrawathi (PC), yang dituntut delapan tahun penjara.

Menurut Gus Umar tuntutan JPU itu benar-benar mencederai keluarga korban. Dia mengira, Putri Candrawathi dituntut mati, ternyata cuma delapan tahun penjara. Tokoh NU ini menilai, dagelan hukum sudah dimulai dan berharap hakim memvonis berat istri Ferdy Sambo itu.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan