Kades Usul Jabatan 9 Tahun, Andi Iwan Aras Bereaksi Begini

  • Bagikan
Ketua DPD Gerindra Sulawesi Selatan, Andi Iwan Darmawan Aras

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra Andi Iwan Darmawan Aras beri beberapa pandangan terkait usulan jabatan Kepala Desa (Kades) menjadi 9 tahun.

Andi Iwan Mengatakan ada beberapa pertimbangan-pertimbangan terkait dengan adanya usulan tersebut.

Seperti kendala realisasi janji kampanye atau program pembangunan.

Ia melihat masa jabatan 6 tahun tidak cukup buat kepala desa untuk merealisasikan pembangunan desa secara maksimal.

Karena disibukkan dengan dinamika politik, baik konsolidasi pasca pilkades di awal masa jabatan dan di penghujung jabatan untuk prakondisi pilkades berikutnya.

"Sehingga waktu untuk pembangunan sesungguhnya hanya sedikit, hanya 2 atau paling banyak 3 tahun saja," ucap Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel itu.

Kemudian pertimbangan pemanfaatan anggaran. Dimana saat pandemi Covid-19 yang baru melandai, kebutuhan anggaran seyogyanya digunakan untuk pembangunan, bukan untuk pendanaan pemilihan pemilihan kepala desa.

"Jadi anggaran yang dialokasikan untuk digunakan pada pilkades bisa di alokasikan untuk pembangunan jadi bisa lebih mendorong percepatan pemulihan pembangunan," tuturnya.

Lalu pertimbangan terkait recovery ketegangan atau konflik sosial di akar rumput saat pilkades. Waktu 9 tahun diharapkan mampu merecovery ketegangan dan meminimalisir konflik akibat pemilihan kepala desa (Pilkades).

"Momentum jarak kontestasi Pilkades akan lebih lama, sehingga akan mengurangi energi konflik sosial warga desa akibat dampak pembelahan pilihan," paparnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan