Mengulik Museum Berjalan Peninggalan Perang Dunia II di Pulau Morotai

  • Bagikan
Aan Garmujianto mengendarai Jeep Willysnya menjelajah dari Jakarta menuju timur Indonesia demi menemukan jejak peninggalan Perang Dunia II. (Foto: Pram/fajar)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Menjadi salah satu destinasi super prioritas di wilayah Indonesia Timur, Pulau Morotai ternyata menyimpan sejarah yang menarik untuk dikulik.

Pulau yang berada di Provinsi Maluku Utara ini ternyata pernah menjadi ‘tuan rumah’ Perang Dunia II. Sehingga pulau ini banyak menyisakan peninggalan bersejarah.

Banyak orang yang ingin mengetahui secara pasti cerita bahkan peninggalan dari Perang Dunia II.

Salah satunya adalah Aan Garmujianto, dengan mengendarai Jeep Willysnya, pria paruh baya ini rela menjelajah dari Jakarta menuju timur Indonesia demi menemukan jejak peninggalan Perang Dunia II.

“Sudah lama saya ingin bisa sampai di Morotai. Dengan mendengar cerita, membaca membuat penasaran untuk ke Morotai,” ucap Aan.

Berbagai barang, senjata, dan situs-situs penting menjadi saksi bisu pertempuran besar tersebut. Sampai saat ini kepingan-kepingan memori Perang Dunia II itu masih terus dikumpulkan secara perlahan.

Aan mengatakan, Jeep Willys yang di tumpanginya juga berasal dari sisa Perang Dunia II dan sudah menjadi museum berjalan baginya. Tak hanya mobilnya, tapi berbagai benda yang berada di dalamnya terdapat benda-benda peninggalan Perang Dunia II, di antaranya senapan, radio, sekop, helm, pakaian, pisau, rantai dan masih banyak lagi.

Pesan Aan, Morotai adalah museum terbesar di dunia dan harus ada penerus yang menjaga dan merawat barang sejarah yang sangat bernilai tinggi ini.

“Semua barang ini jangan sampai jatuh ke tangan orang yang salah akan tetapi terus berada di museum swadayanya,” tutupnya. (Pram/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan