Pembunuhan Berantai Satu Keluarga di Kota Bekasi, Irjen Fadil Imran Sebut Mirip Kasus Ryan Jombang

  • Bagikan
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. Foto/dok: Ricardo/JPNN.com.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kasus penemuan satu keluarga keracunan di Kota Bekasi, Jawa Barat, dipastikan sebagai aksi pembunuhan berantai.

Penegasan itu disampaikan pihak Polda Metro Jaya. Para pelaku diduga melakukan perbuatan ini untuk mendapat keuntungan materil.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan, ketiga tersangka bekerja sama untuk menipu seseorang dengan janji bisa menggandakan uang. Setelah uang didapat, para pelaku akan membunuh korbannya karena korban pasti akan menagih kekayaan yang dijanjikan.

“Mereka melakukan serangkaian pembunuhan atau biasa disebut serial killer dengan motif janji-janji yang dikemas supranatural untuk membuat orang menjadi sukses atau kaya,” kata Fadil di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (19/1).

Fadil menuturkan, para pelaku juga tak segan membunuh orang-orang yang mengetahui perbuatan jahatnya. Sebab, para saksi tersebut dianggap membahayakan praktik kejahatan yang dilakukan.

“Sebenernya ending-nya adalah bagaimana mengambil uang pada korban yang terkena tipu daya. Jadi perjuangan perjalanan pembunuhan diawali penipuan janji dan motif sukses hidup,” ucapnya.

“Setelah korban menyerahkan harta bendanya lalu para korban dihilangkan, termasuk saksi yang mengetahui, itu yang disebut perjuangan. Kalau kita ingat kasus terpidana Ryan Jombang kurang lebih sama,” pungkasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya memastikan kasus tewasnya tiga orang di Ciketingudik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat tidak murni keracunan. Para korban dipastikan tewas akibat diracun. Korban meninggal adalah ibu dan anak atas nama AM, 35; RAM, 21; dan MR, 19.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan