Pengamat Nilai Kemhan Era Prabowo Tinggalkan Warisan Mentereng untuk Industri Pertahanan

  • Bagikan
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meresmikan kendaraan taktis yang diberi nama Maung, Rabu (18/1/2023). Foto: Humas Kemhan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Pada Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meresmikan kendaraan taktis yang diberi nama Maung, Rabu (18/1/2023).

Rantis buatan Indonesia ini merupakan versi yang telah mengalami peningkatan dari segi fungsi dan proses produksi.

Sebelumnya, rantis Maung dikenal dengan nama Morino dan telah diperlihatkan pada perhelatan Indo Defence November 2022 lalu.

Dengan versi terbaru ini, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) meningkat mencapai 65% berkat dorongan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto.

Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan, dengan TKDN yang sudah mencapai lebih dari 50% pada rantis Maung merupakan hal yang perlu diapresiasi.

“Ya, kalau sudah bisa di atas 50% perlu diapresiasi,” ujarnya melalui pesan singkatnya, Kamis (19/1/2023).

Menurutnya, untuk mewujudkan kemandirian pertahanan diperlukan roadmap yang matang. Mulai dari perencanaan hingga sistem pendukung dengan target waktu dan strategi yang jelas.

Karena secara teknis, lanjutnya, untuk membangun kemandirian pada industri pertahanan adalah kerja maraton.

“Saya kira Kemhan saat ini sudah punya legacy yang cukup untuk bisa dikatakan telah meletakkan dasar yang kokoh bagi upaya mengembangkan industri pertahanan nasional yang kompetitif dan mandiri,” terang Fahmi. (Pram/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan