Sebut Pilkada DKI 2017 Sebagai Demokrasi Terbaik, Faizal Assegaf: Melahirkan Solidaritas Umat Islam

  • Bagikan
Faizal Assegaf

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kritikus Faizal Assegaf melontarkan pujian terhadap Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.

Menurutnya, di Pilkada DKI 2017 itu merupakan demokrasi terbaik sejak Indonesia merdeka.

“Pilkada DKI 2017 adalah demokrasi terbaik sejak Indonesia merdeka,” ucapnya dalam unggahannya, Kamis, (19/1/2023).

Dia mengatakan, hak politik umat Islam disalurkan melalui legitimasi konstituasi sehingga melahirkan pemimpin amanah dan Pancasilais.

“Wajar saja bila kelompok misionaris politik sekuler frustasi, karena gagal menjegal hak politik Islam. Pilkada DKI 2017 tidak beda dengan Pemilu 1955 yang melahirkan solidaritas umat Islam mengusung Partai Masyumi,” ucapnya.

“Kemudian 1960 dibubarkan oleh Soekarno secara semena-mena. Penzaliman tsb membuat umat Islam tidak berdaya & terpinggirkan dalam bernegara. Kini umat bangkit & bersatu,” tambahnya.

Faizal mengatakan, kampanye kebencian secara brutal pada umat Islam dengan stigma politik identitas sangat menyakiti.

“Sekularisme bebas disuarakan, mengapa Islam dibenci dalam bernegara. Politik identitas Islam adalah realitas dalam kemajemukan berdemokrasi yang tidak bertentangan dengan Pancasila & konstitusi,” tandasnya.

Diketahui, Pilgub DKI 2017 dilaksanakan pada 15 Februari 2017 (putaran pertama) dan 19 April 2017 (putaran kedua) untuk menentukan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022.

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mencalonkan diri sebagai petahana bersama dengan Djarot Saiful Hidayat. Selain itu, mantan perwira TNI Agus Harimurti Yudhoyono bersama dengan Sylviana Murni, serta akademisi dan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Anies Baswedan juga mencalonkan diri bersama dengan Sandiaga Uno.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan