Viral Fenomena Ngemis Online di TikTok, Sosiolog Musni Umar Beri Tanggapan

  • Bagikan
Ngemis online

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Belakangan ini pengguna TikTok dihebohkan dnegan fenomena ngemis online yang marak terjadi. Hal ini pun membuat resah warga karena dinilai negatif.

Bagaimana tidak, dalam fenomena ini biasanya video diperankan oleh seorang lansia laki-laki atau perempuan yang diguyur atau mengguyur dirinya dengan air bercampur lumpur.

Tujuannya adalah mendapatkan gift sebanyak-banyaknya dari pengguna TikTok lainnya. Jenis gift yang diberikan oleh pengguna nilainya bisa berbeda. Sebagai tambahan gift ini kemudian bisa ditukarkan dengan rupiah.

Merespon hal ini, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharani menerbitkan surat edaran (SE). Surat ini ditujukan kepada pemerintah daerah (Pemda) untuk tindak lanjut fenomena ngemis online di TikTok.

Surat edaran ini bernomo2 tahun 2023 tentang Penertiban Kegiatan Eksploitasi dan/atau Kegiatan Mengemis yang Memanfaatkan Lanjut Usia, Anak, Penyandang Disabilitas, dan/atau Kelompok Rentan Lainnya.

"Melindungi para lanjut usia, anak, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya dari eksploitasi yang dilakukan dengan kegiatan mengemis secara offline/online di media sosial," isi dari SE tersebut.

Lalu, bagaimana sosiolog memandang hal ini?

Sosiolog Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar menuliskan dalam akun Twitter miliknya. Dia menyarankan untuk melihat kehidupan yang bersangkutan dalam kesehariannya.

"Banyak yang kecam aksi ngemis pakai TIK Tok karena memalukan. Sebaiknya kita lihat kehidupan yang bersangkutan sehari-hari. Apakah benar-benar miskin atau hanya memanfaatkan orang miskin untuk ngemis," tulis Musni Umar.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan