Bela Cak Nun, Amien Rais: Ambil Saja Pesan Moralnya, Tidak Perlu Dilaporkan ke Polisi 

  • Bagikan
Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais angkat bicara di tengah viralnya pernyataan Budayawan, Cak Nun atau Emha Ainun Najib yang menuai kontroversi.

Dia mengatakan, Al-Quran sebagai kitab suci terakhir yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW sejatinya merupakan rangkaian kesatuan dengan wahyu yang telah diturunkan kepada nabi-nabi Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan keturunan mereka demikian juga kepada Musa Isa dan para nabi yang lain.

Dia menjelaskan, pada hakikatnya semua manusia adalah kaum muslimin, kaum yang berserah diri kepadanya.

Yang menarik untuk dicamkan kata dia bahwa nabi atau rasul yang paling banyak disebut dalam Alquran adalah Nabi Musa sebanyak 136 kali, sementara tokoh paling kejam biadab adalah raja yang melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya yakni Firaun disebut sebanyak 136 kali juga.

“Menarik untuk kita ingat bahwa Musa dan konflik, kontraksi diantara keduanya serta tarung argumentasi antara mereka disebutkan dalam 20-an surat yang panjang dan yang pendek disebutkan misalnya dalam surat-surat yang panjang seperti Al-Baqarah, Ali Imran, Al-a'raf, Al Anfal, Yunus, Hut, Ibrahim maupun yang pendek seperti sejumlah ciri kekuasaan Firaun yang dapat dijadikan Ibrah atau pelajaran sejarah,” katanya dalam kanal YouTube-nya, Kamis, (19/1/2023).

Menurutnya ini menjadi pelajaran moral juga bagi siapa saja penguasa yang kebetulan dipinjami sesuai kekuasaan dunia oleh Allah swt.

Lanjut kata dia, kekuasaan yang pertama secara sistematik dan absolut, Firaun memecah belah penduduknya dengan menindas sebagian rakyatnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan