Dukung Kenaikan Biaya Haji 2023, Ketua MUI: Kekurangannya Harus dari Dana Manfaat Calon Jemaah yang Akan Berangkat

  • Bagikan
KH Cholil Nafis

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis mendukung kenaikan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 1444 H/2023 M sebesar Rp 69.193.733,60 per jemaah.

“Setuju,” katanya dalam unggahannya, di Twitter, Jumat, (20/1/2023).

Namun kata dia, sisi kekurangannya harus dari dana manfaat calon jemaah haji yang akan berangkat, bukan dari keseluruhan dana manfaat waiting list.

“Kekurangannya harus dari dana manfaat calon jemaah haji yang akan berangkat bukan dari keseluruhan dana manfaat waiting list. Jadi kalau dana manfaatnya sendiri kurang ya, calon jemaah haji menambah sendiri tidak boleh dari dana pengembangan jemaah yang masih menunggu,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah melalui Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan BPIH 1444 H/2023 M sebesar Rp 69.193.733,60 per jemaah.

Hal itu disampaikan dalam rapat bersama Komisi DPR RI VIII, Kamis, (19/1/2023).

“Pemerintah mengusulkan rata-rata BPIH berjamaah sebesar Rp98.893.909, ini naik sekitar Rp514.888 dengan komposisi bibit sebesar Rp 69.193.733 atau 70%. Dan nilai manfaat atau optimalisasi sebesar Rp29.700.175 atau 30% komponen yang dibebankan langsung pada jamaah haji,” ucapnya, dikutip kanal YouTube Komisi VIII DPR RI.

Dia menjelaskan dengan menggunakan asumsi dasar ini, pemerintah mengusulkan biaya rata-rata besaran bibit tahun 2023 sebesar Rp69.193.733,6 yang terdiri dari biaya penerbangan dari embarkasi ke Arab Saudi ini menjadi besaran yang paling besar 33.979.784.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan