Mendag Zulhas Ingin Ubah Subsidi Kedelai, Bukan ke Pengrajin Tapi ke Importir, Kader Demokrat: Udah Gak Masuk Akal

  • Bagikan
Politikus Partai Demokrat, Ardi Wirdamulia. (@awemany). --

FAJAR.CO.ID, JAKARTA--Politisi Partai Demokrat, Ardi Wirdamulia alias Awe menyoroti Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas yang mengatakan, serapan subsidi kedelai kepada perajin tahu tempe sebesar Rp 1.000 per kilogram tidak maskimal pada tahun 2022 lalu.

Terkait hal itu, Zulhas pun menegaskan soal agar subsidi yang disalurkan ke pemerintah untuk komoditi kedelai ini diubah bukan lagi untuk perajin tahu tempe, melainkan untuk importir.

Hal itu ditanggapi Awe dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Awe mengatakan bahwa dirinya heran dengan rezim saat ini.

Awe pun mengatakan bahwa hal itu lantaran dianggapnya sudah tidak masuk akal.

"Kelakuan rezim ini memang udah ngga masuk akal. Orang beli mobil mau disubsidi aja udah aneh. Lha ini importir mau disubsidi pula. Capek," ungkap Awe dikutip NewsWorthy dari akun Twitter pribadi miliknya, Jumat (20/1).

"Kalau memang serapan rendah ya kerja lebih keras untuk penyalurannya. Walaupun buat saya kok agak aneh. Kok bisa subsidi ngga keserap?," sambungnya.

Sementara itu, Zulhas membeberkan soal nominal subsidi sekaligus ongkos produksi yang menurutnya tidak sesuai jika harus dikeluarkan.

"Kemarin Rp240 miliar enggak sampai separuh yang terserap ya," kata Zulhas.

Politikus partai PAN itu mengatakan, selain nominal subsidi yang tidak sesuai dengan ongkos produksi yang harus dikeluarkan para pengrajin tahu tempe, kesulitan persyaratan yang harus ditempuh juga menjadi beragam alasan serapan itu tidak berjalan maksimal.

"Pengusaha tahu tempe dapat subsidi Rp1000 kalau satu ton kan Rp 1 juta, dia bikin ini, itu, abisnya Rp 1,5 juta, makanya banyak yang nggak ngurus," ucap Zulhas.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan