Meninggal Saat Diksar Mapala 09 Unhas, Keluarga Virendy Minta Polisi Serius Usut Kasus Kematian Anaknya

  • Bagikan
Keluarga Virendy

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Kasus meninggalnya seorang mahasiswa jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Unhas Virendy Marjefy Wehantouw (19) saat mengikuti pendidikan dasar (Diksar) Mapala 09 di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulsel berbuntut panjang.

Pihak Keluarga Virendy Marjefy Wehantouw (19), menuntut pihak Kepolisian untuk betul-betul serius dalam menangani kasus tersebut.

"Kami harapkan pihak kepolisian maupun pihak kampus benar-benar serius menangani kasus ini" ujar James.

Ditegaskan James, dirinya akan mengalihkan laporannya ke Polda Sulsel jika laporannya di Polres Maros tidak ditangani dengan semaksimal mungkin.

"Kami harapkan polres Maros supaya benar-benar serius menangani ini kalau tidak bisa terpaksa kami alihkan ke Polda Sulsel," imbuhnya.

Dikatakan James, sampai saat ini pihak Kampus belum pernah mendatangi dan menemui pihak keluarga Virendy.

"Dari pihak kampus terus terang sampai detik ini belum pernah datang menemui pihak keluarga, maupun dari pihak fakultas maupin dari pihak oanitia yang permah datang hanya pengurus mapala saja," lanjutnya.

James melihat, ada inidikasi cuci tangan dari pihak kampus. "Kalau dibilang cuci tangan dari awal waktu masih di RS pertama dekan bilang, dia yang lepas tapi ketika di wawancara oleh media dia bilang kegiatan inikan di luar kampus bukan tanggung jawab pihak Universitas, akhirnya situasi memanas," sambungnya.

(Muhsin/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan