Penculik Anak Hantui Masyarakat, Polisi Minta Tidak Mudah Termakan Hoaks

  • Bagikan
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Komang Suartana

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Setelah tragedi penculikan dan pembunuhan seorang bocah 11 tahun di kota Makassar, masyarakat terus dihantui rasa trauma.

Rasa trauma bukan hanya dirasakan oleh masyarakat kota Makassar, namun juga oleh seluruh daerah di Sulsel.

Berbagai video terkait isu penculikan tersebar luas di media sosial (Medsos) belakangan ini, sehingga membuat masyarakat khususnya orangtua khawatir.

Salah satunya isu penculikan anak di Ujung Labbu, Kelurahan Lamalaka, Kabupaten Bantaeng. Seorang wanita tampak merekam puluhan warga yang panik di tengah jalan raya sambil berkomentar secara histeris.

"Lari, pencuri anak-anak di Lamalaka. Masakanka, manami orangnya? Ih kodong nabawaki beng itu anak-anaka," ucap perempuan dalam video tersebut.

Olehnya itu, video berdurasi 39 detik itu pun viral hingga membuat masyarakat heboh. Namun faktanya, aksi pencurian anak sekolah itu adalah hoaks.

Korban bocah perempuan bernama Suci dan Nurul yang awalnya dilaporkan diculik ternyata mereka kerumah temannya untuk kerja kelompok usai pulang sekolah tapi tidak mengkonfirmasi ke orangtuanya.

Menyikapi hal itu, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Komang Suartana pun membatah maraknya kasus penculikan.

Namun ia tetap mengistuksikan seluruh jajarannya baik tingkat di Polres maupun di Polsek agar mengimbau masyarakat untuk tidak termakan isu hoaks.

Termasuk meningkatkan fungsi Binmas unutk memberikan edukasi serta meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.

"Kapolda sudah menyampaikan, tingkatkan patroli di wilayah masing-masing khususnya pada tempat rawan untuk memberikan imbauan kepada masyarakat terkait dengan apa yang sebenarnya terjadi di tengah masyarakat (jika isu kasus penculikan itu tidak benar)," ujarnya kepada awak media, Jumat (20/1/2023).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan