Sektor Industri dan Bisnis Tumbuh, Konsumsi Listrik Meningkat

  • Bagikan
Ilustrasi petugas PLN lakukan perbaikan jaringan listrik. (Dok/fajar)

FAJAR.CO.ID, PAREPARE — Konsumsi listrik di Parepare mengalami peningkatan. Rata-rata progresnya mencapai 4,3 persen.

Pada 2021, pemakaian listrik memang mengalami penurunan. Berkisar 127,8 gigawatt jam (GWh). Musababnya karena kondisi masih dalam pembatasan imbas pandemi Covid-19.

Berbeda dengan konsumsi listrik yang meningkat menjadi 133,4 GWh pada 2022. Rata-rata kenaikan sekitar 4-5 GWh selama setahun.

"Pertumbuhan listrik di Parepare meningkat hingga 4,3 persen selama 2021-2022. Segmen bisnis dan geliat UMKM salah satu faktornya," ungkap Manager PLN ULP Mattirotasi, Risman, Kamis, 19 Januari.

Risman juga menyebut segmen industri ikut menyumbang kenaikan dibandingkan sektor lainnya. Hal ini jelas memberikan pengaruh positif akan pertumbuhan ekonomi di Parepare.

Karena itu, PLN ULP Mattirotasi Parepare menargetkan pemakaian listrik tumbuh dikisaran 7-10 persen pada 2023. Termasuk siap mensupport kebutuhan kelistrikan masyarakat.

"Kami optimis tahun 2023 seluruh sektor berjalan dengan baik sehingga konsumsi listrik juga semakin membaik. Mudah-mudahan tidak ada lagi pemadaman yang cukup lama dan tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat," sambung Risman.

Husain Mubarak (29), salah seorang warga Jalan Amal Bakti, Kelurahan Bukit Harapan, Soreang hanya ingin PLN Parepare lebih masif memberitahukan jika adanya pembatasan listrik.

"Paling tidak jika ada terjadi pemadaman saat cuaca buruk setidaknya lebih meluas lagi informasinya. Agar kami warga juga bersiap-siap," pintanya. (muh/dir/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan