Terungkap Alasan Jokowi Tak Berani Reshuffle Menteri Nasdem, Ternyata Surya Paloh Tahu Informasi Ini

  • Bagikan
Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kiri) dan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh di Jakarta, Senin, 2018. TEMPO/Subekti

FAJAR.CO.ID, JAKARTA— Pengamat sosial dan politik Tatok Sugiarto mengungkapkan bahwa informasi yang dimiliki Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menjadi penyebab Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunda reshuffle Kabinet Indonesia Maju.

Menurutnya, Surya Paloh banyak mengetahui tentang Pilpres 2019 yang memenangkan Jokowi karena menjadi salah satu partai pengusungnya, sehingga Presiden pasti mempunyai banyak pertimbangan untuk melakukan reshuffle kabinet.

"Surya Paloh bukan orang sembarangan dia banyak mengetahuai tentang PILPRES kemarin, Jokowi pasti banyak pertimbangan," ungkapnya dikutip dari Twitter @QianzyZ, Jumat (20/1).

Sebelumnya, isu reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo bergema sejak akhir tahun 2022. Namun reshuffle yang dimaksud tak kunjung terjadi, bahkan belum lama ini disebut tidak dilakukan pada bulan Januari 2023.

"Aduh ya Allah saya harus cerita apalagi, enggak ada cerita reshuffle. Nggak ada, nggak ada reshuffle (Januari), Februari? Ya nggak tahu," terang Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Rabu (18/1/2023).

Menariknya, pernyataan ini muncul tidak lama setelah Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dikabarkan bertemu dengan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Pandjaitan di London, Inggris.

Hal inilah yang disoroti pakar komunikasi politik Effendi Gazali dalam program Adu Perspektif di kanal YouTube Total Politik. Bahkan secara tersirat, Effendi mengaitkan kedua peristiwa tersebut.

"Siapa tahu sekarang, karena bicaranya dalam suasana yang enak, tiba-tiba ujungnya, hari ini kita dengar ada pernyataan dari Istana, 'Tidak ada reshuffle di bulan Januari'. Nah ini kan kabar baik," tutur Effendi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan