Bupati Morowali Utara Bela TKA China, Said Didu: Lebih Pas Jadi Jubir PT GNI

  • Bagikan
Said Didu
Said Didu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi menyampaikan, persoalan di PT GNI memiliki sejarah yang panjang.

Pada Agustus 2022 lalu ia mengaku menerima surat dari yang menamakan diri Serikat Pekerja minta untuk difasilitasi bertemu dengan manajemen PT GNI.

Setelah menerima surat, Delis audience dengan Serikat Pekerja, kemudian melakukan pertemuan dengan manajemen PT GNI membahas beberapa poin-poin tuntutan yang disampaikan.

“Beberapa poin langsung disanggupi oleh pihak perusahaan tapi tidak semua poin yang diajukan disanggupi oleh perusahaan,” ucapnya, dikutip melalui kanal YouTube, Indonesia Lawyers Club, belum lama ini.

Pada September 2022 terjadi demostrasi di kantor DPRD dan Bupati Morowali Utara. Saat itu, dia mengaku belum tiba di kantor karena dari luar kota.

Setelah masuk kantor, dia mengundang kembali beberapa kelompok yang mengaku Serikat Pekerja itu untuk datang kembali ke kantor.

Serikat Pekerja ini dipertanyakan karena baru para yang tergabung sudah tak bekerja lagi di PT GNI.

Orang nomor satu Morowali Utara ini mengaku menggelar mediasi lagi bertemu dengan pimpinan dari PT GNI membahas beberapa hal yang menjadi tuntutan mereka.

“Dan juga dalam pertemuan itu ada poin-poin yang kembali di penuhi oleh pihak perusahaan,” ujarnya.

Kemudian, pada Desember tanggal 27 lalu ia memediasi kembali lagi. Ada aksi di lapangan oleh sekelompok karyawan kemudian sehingga ia mendatangi perusahaan.

Dia mengaku mengundang perwakilan karyawan pada saat itu karena dari Serikat Pekerja tidak ada yang hadir pada saat itu.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan