Demi Cairkan Asuransi, Ayah Laporkan Anaknya Meninggal Dunia

  • Bagikan
MEMBABI BUTA: Jaksa penuntut umum Oki Muji Astuti membacakan tuntutan untuk terdakwa Dul Hadi dalam sidang di PN Surabaya, Kamis (19/1). (Lugas Wicaksono/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JATIM-- Dul Hadi butuh duit untuk bayar cicilan mobil, kredit, dan sehari-hari. Dia lantas mengajukan pencairan klaim jaminan kematian (JKM) di BPJS. Caranya adalah dengan melaporkan anak tunggalnya telah meninggal. Kedok terungkap ketika mengulangi aksinya.

Ide itu muncul saat Dul Hadi kepepet. Kebutuhan dan tagihan mengantre. Sementara itu, isi dompet tidak cukup. Juga tidak punya gambaran dari mana memenuhi kebutuhan tersebut.

Dia teringat adanya jaminan kematian BPJS yang bisa cair jika yang bersangkutan meninggal dunia. Dia pun menskenario dengan melaporkan kematian Novitria Aldi, anak semata wayangnya, agar klaim bisa cair.

Jaksa penuntut umum Oki Muji Astuti dalam dakwaannya menyatakan, Hadi yang punya lima nama alias melaporkan kematian anaknya tersebut secara online di situs www.playon.sidoarjo.go.id.

Dia kemudian mengunggah dokumen persyaratan surat kematian berupa surat keterangan pemeriksaan jenazah yang dikeluarkan dokter H Firmansyah Asnan dari RSUD dr Soetomo.

Dul Hadi lalu mendapatkan formulir pengajuan pengurusan akta kematian. Setelah itu, dia menunggu akta kematian anaknya di dispendukcapil terbit. Selanjutnya, Dul Hadi mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan untuk mengajukan klaim JKM anaknya, Novitra, dengan membawa sejumlah syarat lain.

BPJS Ketenagakerjaan kemudian memverifikasi dokumen persyaratan yang diajukan serta mewawancarai Dul Hadi selaku ahli waris anaknya. Saat proses wawancara, Dul Hadi mengatakan bahwa Novitria telah meninggal dunia karena sakit setelah dirawat selama tiga hari di RSUD dr Soetomo.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerjasama antara FAJAR.CO.ID dengan JAWAPOS.COM. Segala hal yang terkait dengan artikel ini adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari JAWAPOS.COM.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan