Pandai Besi di Pulau Tidore Tetap Eksis Buat Parang Tradisional

  • Bagikan
Pandai besi di Pulau Tidore (foto: Pram/fajar)

FAJAR.CO.ID, TIDORE -- Jika berkunjung ke Kota Tidore, Maluku Utara, Anda tidak hanya disuguhkan keindahan alamnya saja. Namun Anda juga akan menemukan kelihaian pandai besi dalam membuat parang tradisional.

Selain parang, warga di Kelurahan Toloa, Tidore juga membuat alat-alat pertanian.

Saat kami memasuki kampung, dari kejauhan sudah terdengar suara godam bertalu-talu yang menghantam besi dan menciptakan irama yang indah.

Pandai besi di Kelurahan Toloa terdiri dari kelompok-kelompok yang berisi lima sampai lima belas orang anggota pekerja.

Kebanyakan dari mereka adalah laki-laki dan berasal dari masyarakat di kelurahan
tersebut.

Asrin Kipujena, yang berusia 52 tahun Salah seorang anggota dari kelompok pandai besi menceritakan bahwa pekerjaan ini sudah dilakukan turun temurun sehingga masyarakat setempat telah menguasai keterampilan mengolah besi menjadi parang.

“Kita hanya generasi penerus saja, kita keturunan kedelapan dan kita berharap generasi penerus bisa melanjutkan pandai besi ini” ujarnya

Dia menuturkan hasil produksi dari pandai besi tersebut dijual ke berbagai daerah di Maluku Utara sampai ke Pulau Sulawesi.

Dalam sehari pandai besi ini dapat memproduksi sampai 30 parang tergantung jumlah pesanan.

Pembuatan parang, lanjut dia, dimulai dengan memotong pelat besi sesuai ukuran bilah yang akan dibuat.

Setelah itu besi dipanaskan di tungku berbahan bakar arang yang ditiup menggunakan alat tradisional yang biasa warga sebut “duadua” kemudian ditempa hingga pipih dan berbentuk parang.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan