Pengamat Optimis Upaya Menteri Bahlil Target Investasi Rp 1.400 Triliun Tahun 2023 Terealisasi

  • Bagikan
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. (YouTube Setpres)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Wakil Ketua INDEF Eko Listyo meyakini target investasi pemerintah lewat Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia sebesar Rp 1.400 triliun di tahun 2023 akan terealisasi, meski kondisi ekonomi global sedang mengalami goncangan.

Salah satu alasan akan terealisasi target investasi Menteri Bahlil adalah sudah melanggarnya realisasi ekonomi China, setelah mereka melewati fase bahaya Covid-19.

China menjadi negara yang membutuhkan pasokan ekspor Indonesia, serta membuka kembali peluang berinvestasi di Indonesia.

“Jadi, ini memang target yang cukup menantang. Bagi BKPM terutama, kalau melihat perkembangan terbaru ekonomi terutama relasasi ekonomi China yang sudah mulai melonggarkan kebijakan untuk Covid-19-nya, ini sebenarnya berita baik untuk investasi di Indonesia,” kata Eko kepada wartawan, Sabtu (21/1).

Meski target investasi pemerintah di tahun 2023 sangat tinggi, dimana target tersebut menyentuh angka Ro 1.400 triliun. Target ini melonjak tinggi dari tahun lalu yang berada di angka Rp 1.200 triliun.

Namun, target pemerintah ini terbuka lebar dengan kemungkinan permintaan dari China akan meningkat kembali. Artinya, itu akan mendorong industri digital khususnya di sektor pertambangan.

“Kemungkinan akan kembali menjadi daya pikat untuk peningkatan investasi. Ini memang tidak mudah target ini, tapi masih optimis ini bisa dicapai oleh BKPM. Karena, ada secercah harapan ekonomi itu China lebih cepat untuk membuka kembali kebijakan lockdownnya, dan itu lebih cepat dari perkiraan. Indonesia sendiri sebetulnya termasuk yang ekonominya dinilai cukup baik di ASEAN,” ucapnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan