Surya Paloh Disebut Bisa Berbelok Demi Akur Kembali dengan Jokowi, Eks Petinggi Nasdem: Anies Itu Soal Kedua

  • Bagikan
Presiden Republik Indonesia Ir. H Joko Widodo (Jokowi) tiba di Kampus Akademi Bela Negara (ABN) di kawasan Pancoran Timur, Jakarta Selatan, Kamis (11/9). Presiden Jokowi langsung disambut Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh dan Gubernur ABN IGK Manila. (Dok Nasdem)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA--Pertemuan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Pandjaitan di London, Inggris menimbulkan banyak spekulasi.

Beredar isu bahwa pertemuan ini menjadi penanda berakhirnya gagasan Partai NasDem mengusung Anies Baswedan di Pemilihan Presiden 2024.

Eks Ketua DPP Partai NasDem, Zulfan Lindan lewat podcast-nya di kanal YouTube Total Politik mengungkap bahwa Paloh justru berusaha merehabilitasi hubungannya dengan Presiden Joko Widodo dan koalisi pemerintahannya.

Sedangkan sebaliknya, Anies Baswedan akan semakin jauh dari potensi dicalonkan menjadi RI 1.

"Buat Surya Paloh kan yang penting selamatkan dirinya dulu lah, Anies itu soal kedua. Kecuali kalau Anies betul-betul bisa maju sebagai capres dan menang, nah itu dia akan ke Anies," terang Zulfan.

"Sekarang dia lihat kok tampaknya tambah jauh ini menjadi capres, ada pertemuan Demokrat dengan Gerindra, kemungkinan PKS dengan begitu, ini jaraknya semakin jauh dengan NasDem. Kemungkinan-kemungkinan ini membuat dia semakin ragu dengan pencapresan Anies," lanjutnya.

Hal itu yang mendasari Zulfan menduga ada rancangan skenario untuk membuat Partai NasDem tidak bersalah apabila akhirnya gagal mencapreskan Anies.

Zulfan juga mengungkap skenario yang mungkin dipakai Paloh untuk membatalkan pencapresan Anies.

"Politik itu kan penuh dengan kemungkinan. Kalau saya lihat, saya lihat kepentingan untuk membuka hubungan kembali, walaupun tidak bisa seakrab dulu, antara Surya Paloh dan Jokowi," tutur Zulfan, dikutip pada Sabtu (21/1/2023).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan