Polisi Dalami Diksar Maut Mapala 09 Unhas Makassar

  • Bagikan
IST

FAJAR.CO.ID, MAROS -- Pendidikan Dasar (Diksar) maut Mapala 09 Unhas Makassar berbuntut panjang. Penyidik kepolisian terus melakukan pendalaman.

Pihak Kepolisian melakukan pendalaman dugaan adanya unsur kelalaian saat pelaksanaan Diksar yang menyebabkan kematian Virendy Marjefy Wehantouw (19).

Terlebih, pihak keluarga juga meminta ketegasan pihak Kepolisian dalam mengusut kematian anaknya.

"Iya kita dalami adanya unsur kelalaian pada saat diksar Mapala 09 kemarin, sebagaimana diatur pada pasal 359 KHUP," kata Kanit Tipidum Polres Maros, Ipda Wawan Hartawan, Minggu (22/1/2023).

Sejauh ini, kata Wawan pihaknya telah mengambil keterangan belasan orang termasuk pengurus Mapala 09 Unhas, Panitia, dan peserta Diksar.

"Kita telah periksa 16 orang, tapi masih ada beberapa orang peserta yang belum kita mintai keterangan karena berada di Jakarta," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Mapala 09 Unhas, Ibrahim menuturkan, saat korban mengikuti diksar sempat merasakan tidak enak badan sebelum korban meninggal dunia.

"Korban tidak enak badan magrib kemarin. Tapi dia tetap jalan. Sekitar jam 11 malam itu dia sudah tidak sadarkan diri," kata Ibrahim.

Kemudian panitia, kata Ibrahim langsung mengevakuasi korban turun dari gunung. Namun, korban meninggal dunia saat dalam perjalanan.

"Kami evakuasi dari atas gunung turun ke pemukiman warga sekitat lima jam. Subuh baru tiba. Jadi pagi baru infokan keluarga, karena juga baru dapat jaringan," pungkasnya. (Muhsin/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan