Dikira Penculik Anak hingga Dimassa oleh Warga, Ternyata Orang Gangguan Jiwa

  • Bagikan
Kapolsek Tamalate Kompol Irwan Tahir

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Setelah kasus penculikan dan pembunuhan seorang bocah 11 tahun, Isu penculikan anak terus mengantui masyarakat kota Makassar.

Teranyar, di Jalan Daeng Ngeppe Lorong 2 tepatnya di Mesjid Rabbul Asjar Kelurahan Balangbaru, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, warga digegerkan oleh isu penculikan anak.

Ketua RT Balangbaru Jufri, saat ditemui fajar.co.id menuturkan, pelaku datang pada pukul 01.00 Wita, meminta izin kepada security untuk masuk melaksanakan ibadah salat di Masjid.

"Katanya, dia salat. Setelah salat barangkali sekitar 30 menit, terjadi teriakan. Security saya tidak melihat. Tapi, spontanitas, masyarakat bangun. Kan malam Minggu, kejadiannya kurang lebih pukul 02.00 Wita," ujar Jufri, Senin (23/1/2023) siang.

Lebih lanjut dikatakan Jufri, pelaku tersebut memakai songkok, pakai jaket, pakai celana salat. Tidak ada hal yang mencurigakan sebelumnya.

"Saat kejadian, anak yang diduga akan diculik oleh orang tersebut sedang tidur. Berempat sama bapaknya," lanjutnya.

"Jadi, anak-anak yang ditarik itu yang di bagian pinggir. Kira-kira bapaknya melihat, itu bantal dengan kepalanya itu anak sudah 1 meter jaraknya," sambung dia.

Setelah terbangun, bapak anak tersebut yang diketahui bernama Daeng Laja (43), langsung memukul pelaku dan spontan berteriak penculik.

Warga bersama para jemaah yang sedang i'tikaf bersama dalam masjid tersebut merasa geram. Dan, ikut menghakimi pelaku dengan cara dikeroyok atau dimassa.

Belakangan, diketahui pelaku bernama Suryadi (28). Dia seorang yang mengalami penyakit kelainan seks (pedofil). Dan, kejadian tersebut bukan yang pertama kali.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan