Korban Bunuh Diri di Sungai Jeneberang Stres Tak Lama Usai Diberhentikan dari Pekerjaan

  • Bagikan
Jasad Korban Bunuh Diri di Sungai Jeneberang Ditemukan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Sungguh malang nasib Satriani (33), harus mengakhiri hidupnya dengan cara mengenaskan. Dan, meninggalkan suami serta anak yang masih butuh kasih sayang.

Kasus bunuh diri memang selalu tidak jauh dari faktor ekonomi. Dan, telah menjadi pengetahuan umum di kalangan masyarakat luas.

Begitu pun dengan Satriani, berdasarkan informasi yang dirangkum fajar.co.id di TKP yang tidak jauh dari kediaman korban, dia bersama suaminya, Anzar (35) merupakan pekerja kebersihan di Kota Makassar.

Namun, nasib kurang baik menimpa keduanya. Belum lama ini dikatakan tetangganya, Daeng Boko (61). Satriani dan suami diberhentikan.

Namun, Daeng Boko mengaku tidak mengetahui alasan mengapa keduanya diberhentikan dari pekerjaannya.

"Dia menyapu di sekitaran Karebosi, menyapu jalanan. Subuh-subuh sudah berangkat mi bocengan suami istri. Tapi, belum lama ini diberhentikan dua-dua," ucap, tetangga Satriani, Daeng Boko (61).

Adapun anaknya yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP di salah satu Pesantren di kota Makassar, dikatakan Daeng Boko ditarik dari Pesantren karena masalah biaya.

"Karena tidak bekerja mi lagi sebagai petugas kebersihan, makanya natarik anaknya dari Pesantren," lanjutnya.

Terpisah, salah seorang tetangga Satriani yang enggan disebutkan namanya mengatakan hal senada. Satriani, mulai mengalami gangguan kejiwaan ketika diberhentikan dari pekerjaannya.

"Sering berhalusinasi, kalau ada ambulance lewat, selalu bilang ini mi mungkin jemputanku," ucapnya.

Meskipun demikian, dia menuturkan beberapa waktu sebelum Satriani memutuskan bunuh diri, dia nampak seperti orang-orang pada umumnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan