Putus Asa Karena Sakit yang Ia Idap, Perempuan Asal Makassar Nekat Terjun ke Sungai Jeneberang, Tim SAR Lakukan Penyisiran

  • Bagikan
Proses pencarian Satriani (33) dilakukan oleh Tim SAR Gabungan (muhsin/fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Proses pencarian Satriani (33) kembali dilakukan oleh Tim SAR Gabungan di sekitar sungai Jeneberang kota Makassar pada Senin (23/1/2023).

Proses pencarian kurang lebih sama seperti pada Minggu (22/1/2023) sore kemarin. Dengan menggunakan perahu karet menyisir sungai dan menyelam ke dasar sungai. 

Terlihat dari pantauan TKP fajar.co.id, sekitar pukul 09.25 Wita petugas gabungan dari Tim SAR, Damkar kota Makassar, dan Sat Brimob Polda Sulsel melakukan proses pencarian.

Selain itu, ada juga personil Koramil 1408-09 Tamalate dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gowa di TKP.

Keluarga Satriani, Asrul Daeng Tiko (42) saat ditemui fajar.co.id mengenang sosok keponakannya. Seingatnya, almarhum adalah sosok yang sangat baik di lingkungan keluarga.

Sama seperti sang suami, Anzar (35). Asrul juga mengaku, Satriani mengidap penyakit kejiwaan dalam kurung setahun terakhir. 

"Ada memang penyakitnya, biasa halusinasi. Setahun terakhir mi nabawa kasihan ini penyakitnya," ujar Daeng Tiko.

Sementara Heriansyah (48) yang juga paman Satriani menceritakan, korban baru tinggal di kontrakannya di Jalan Mallengkeri 3 selama setahun. 

Dan, nahasnya dikatakan Heri. Akibat dari penyakit yang diidapnya tersebut, Satriani memilih jalan pintas dengan cara bunuh diri. 

"Korban selama sakit itu, tidak pernah berobat selama sakit," ucapnya. 

Diceritakan Heri, saat korban hendak ke sungai Jeneberang untuk bunuh diri, suaminya (Anzar) sedang berada di luar.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan