Rocky Gerung Sebut Jokowi Politisasi BIN Demi Preteli Kekuasaan Megawati, Ruhut Sitompul: Masih Saja Mau Coba-coba Mengadu Banteng

  • Bagikan
Ruhut Sitompul

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Politisi PDIP Ruhut Sitompul menyindir keras Pengamat Politik Rocky Gerung yang menyebut Presiden Joko Widodo mempolitisasi Badan Intelijen Negara (BIN) demi mempreteli kekuasaan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Si Raja dungu menggerung-gerung, masih saja mau coba-coba mengadu Banteng, Keluarga Besar PDI Perjuangan, kami kader konsisten tegak lurus arahan Ibu Megawati Soekarnoputri ‘Perjuangan sudah Bulat, PDI Perjuangan Harus Menang’,” ungkapnya dalam unggahannya di Twitter, Senin, (23/1/20223).

Sebelumnya, Rocky Gerung menyampaikan Jokowi akan membalas semua sindiran Megawati yang disampaikan saat berpidato di HUT PDIP 10 Januari 2023 lalu.

“Perang Bubat ini, bener-bener. Jadi Pak Jokowi memang kan waktu dia diomelin Ibu Mega, di kita di FNN membuat dugaan kuat bahwa Jokowi akan fight back. Dan betul terjadi. sebetulnya Megawati akhirnya mau dipreteli kekuasaannya tuh,” ucapnya dikutip melalui kanal YouTube belum lama ini.

Pasalnya kata dia, Badan Intelijen Negara (BIN) yang selama ini dikuasai Megawati berpotensi diambil alih Jokowi.

“Kita tahu, BIN itu ada di bawah kekuasaan Megawati lah gampangnya. Dan yang punya Jokowi itu adalah KPK. Kejaksaan itu lebih dekat dengan Ibu Mega. Jadi di dalam persaingan politik, lembaga-lembaga yang potensial untuk melakukan mobilisasi intelijen, mobilisasi opini itu akhirnya musti dipangkas oleh Jokowi,” tutur ahli filsafat ini.

Hal itu kata Rocky terlihat ketika Jokowi melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada 18 Januari lalu. Keduanya bertemu empat mata di ruang Prabowo.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan