Alquran Dibakar Politisi Swedia, Pemerintah Indonesia Diminta Bersikap Tegas

  • Bagikan
Rasmus Paludan saat membakar Alquran.

FAJAR.CO.ID -- Aksi pembakaran Alquran dilakukan politisi Swedia yang juga Pemimpin Partai Stram Kurs, Rasmus Paludan, pada Sabtu (21/1/2023) waktu setempat.

Politisi Swedia itu sudah berulangkali melakukan aksi kontroversial dengan membakar Alquran. Terkini, dia membakar Alquran di depan Kedubes Turki.

Dilansir Daily Mail, Paludan memimpin unjuk rasa di Swedia untuk menggalang dukungan menjelang pemilu pada September 2022.

Bahkan ketika itu, dia berencana membakar Alquran selama bulan suci Ramadan.

Paludan yang dikenal sebagai pengacara dan YouTuber itu, membentuk partai sayap kanan Stram Kurs, yang diterjemahkan sebagai ‘Garis Keras’, di Denmark pada 2017.

Paludan menyatakan bahwa dia memusuhi Islam. Dia menyerukan semua Muslim dideportasi dari Denmark.

Terkait hal itu, Front Persaudaraan Islam menyinggung peran penting pemerintaham Indonesia dalam menyikapi pembakaran Alquran di Swedia.

Indonesia yang merupakan penduduk umat Islam terbanyak, harus mempunyai sikap tegas dalam menyikapi kasus pembakaran kitab suci umat Islam itu.

Terlebih negara Indonesia yang menganut pancasila, harusnya lebih menampakkan taringnya dalam menyikapi pembakaran kitap suci umat Islam.

“Harusnya pemerintah Indonesia yang selalu membanggakan diri sebagai negara muslim mayoritas dan Negara Pancasila yang sila pertamanya ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’ melakukan tindakan politik nyata,” kata Ketua Umum Front Persaudaraan Islam, Muhammad Al Attas dalam keterangannya, Selasa (24/1/2023).

Muhammad Al Attas juga meminta pemerintah Indonesia harus segera memanggil Duta Besar Swedia dan Denmark.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan