Kasus Bentrokan di Morowali, Pengamat Dukung Pernyataan Menteri Bahlil Demi Menjaga Stabilitas Keamanan dan Investasi

  • Bagikan
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meminta semua pihak untuk menahan diri dalam merespon bentrokan antara pekerja di di PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Pasalnya, sikap menahan diri dan tidak memanas-manasi bentrokan ini akan memberikan dampak baik bagi stabilitas keamanan dan ekonomi Indonesia, khususnya iklim investasi di sektor hilirisasi.

Pengamat Intelijen dan Keamanan UIN Jakarta Robi Sugara mengatakan, pernyataan Bahlil soal bentrokan di Morowali Utara lebih kepada menjaga stabilitas keamanan dan tidak menyalahkan pekerja lokal. Menurutnya pernyataan itu tepat, sebab jika saling menyalahkan akan berimbas pada perusahan-perusahan lain dan iklim investasi akan terganggu.

“Iya jelas. Saya kira ini kalau kemudian memang itu sudah betul karena ini terkait dengan komunikasi ke publik,” kata Robi Sugara kepada wartawan, Selasa (24/1).

Menurutnya, kasus bentrokan pekerja yang terjadi menjadi alarm bagi pihak perusahan agar mampu melindungi para pekerja. Sebab, perusahan harus menjadi pihak pertama dalam memastikan keselamatan dan keamanan setiap pekerjanya.

“Bahwa bentrokan yang terjadi di Morowali itu mendalam lemahnya perlindungan yang dilakukan oleh pihak perusahan. Perusahaan yang ada di Indonesia itu mereka hanya mengejar keuntungan semata, apalagi perusahaan asing. Saya pikir pemerintah bisa mempersoalkan terkait dengan perlindungan terhadap pekerjaannya dari PT tersebut,” ujarnya

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan