Kasus Tarik Tambang Maut IKA Unhas Berakhir Damai, Status Tersangka Rahmansyah Gugur

  • Bagikan
Tangkapan layar video kasus tarik tambang IKA Unhas.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Setelah keluarga Masyita (43) sepakat berdamai dengan pihak penyelenggara tarik tambang maut Ikatan Alumni (IKA) Unhas Makassar, penyidik Satreskrim Polrestabes Makassar menghentikan kasus tersebut.

Diketahui sebelumnya, Masyita menjadi korban pada insiden tarik tambang maut yang digagas IKA Unhas di Jalan Sudirman pada Minggu (18/12/2022) lalu.

Dalam kegiatan tersebut yang merupakan peserta tarik tambang Masyita, tewas usai tali yang ditarik ribuan peserta menghempaskan tubuhnya hingga terbentur pembatas jalan di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar.

Polisi bahkan telah menetapkan ketua panitia Rahmasyah alias RS sebagai tersangka pada insiden tersebut.

Dalam kasus itu, sebelumnya polisi mengambil kesimpulan, ada kelalaian yang dilakukan pihak panitia tarik tambang IKA Unhas.

Sehingga, untuk mempertanggung jawabkan insiden tersebut ketua panitian ditetapkan sebagai tersangka.

Meski begitu, rupaya pihak keluarga telah ikhlas dan sepakat untuk berdamai dengan panitia penyelenggara.

Atas hal tersebut, penyidik Satreskrim Polrestabes Makassar memutuskan tidak lagi melanjutkan perkaranya.

"Iya benar, sudah dihentikan," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jufri Natsir kepada fajar.co.id, Selasa (24/1/2023).

Dikatakan Jufri, dengan adanya kesepakatan damai antara pihak korban dan panitia, maka status tersangka Rahmansyah telah digugurkan.

Keputusan tersebut diambil kepolisian dengan berpedoman pada penanganan penyelesaian perkara menggunakan pendekatan restorative justice.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan