Sebagian Pendukung Prabowo Beralih ke Anies Tidak Terbukti, Ini Faktanya di Lapangan

  • Bagikan
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menegaskan komitmen Prabowo Subianto membela kaum yang lemah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Loyalitas pendukung Prabowo Subianto nyatanya sulit terombang-ambing dengan isu yang merebak di dunia maya.

Direktur Riset Lembaga Survei Jakarta (LSJ), Fetra Ardianto menegaskan isu migrasi suara pendukung Prabowo Subianto ke Anies Baswedan, tidak terbukti di akar rumput.

Dalam surveinya tentang migrasi suara menjelang Pemilu 2024, LSJ mensimulasikan jika pemilu 2024 hanya diikuti tiga capres, yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, kemana arah pendukung akan bermuara.

Hasilnya, survei LSJ menunjukkan mayoritas pemilih Prabowo pada Pilpres 2019 atau 62,2% tetap loyal memilih Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

"Isu migrasi pendukung Prabowo Subianto ke Anies Baswedan ternyata dominan terjadi di dunia maya (media sosial). Realitas di akar rumput sebagaimana terpantau dari survei LSJ menegaskan bahwa pendukung Prabowo termasuk loyal voters yang fanatik yang tidak mudah terombang ambingkan isu-isu yang beredar di dunia maya," kata Fetra dalam keterangannya sesaat lalu.

Selain itu, LSJ juga menyoroti isu tentang arah dukungan Pemilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) di 2019 terhadap tokoh-tokoh yang disebut bakal melanjutkan estasfet kepemimpinannya.

Hasilnya, Fetra menyebut tren migrasi pendukung Jokowi kepada Prabowo Subianto terus meningkat.

"Dalam simulasi Pilpres 2024 hanya diikuti tiga capres, sebanyak 40,6% pemilih Jokowi di Pilpres 2019 mengaku akan memilih Prabowo jika Pilpres dilaksanakan saat ini," jelasnya.

Lebih lanjut, Fetra mengungkap sejumlah alasan yang melatari bergesernya suara pendukung Jokowi kepada Prabowo.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan