Tahukah Anda Apa Kunci Utama dari Olahraga Agar Manfaatnya Bisa Terasa?

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Olahraga merupakan kegiatan yang menyehatkan badan, memberi kekuatan dan dapat membuat tubuh terbebas dari berbagai penyakit juga bisa untuk menurunkan berat badan.

Namun, kadang niat olahraga hanya sekedar niat karena satu alasan. Anda perlu tahu betapa pentingnya olahraga ini. Begini nasehat dari dr. Asa Ibrahim tentang pentingnya olahraga.

Hal pertama yang perlu Anda tahu tentang olahraga adalah sikap konsisten menjalankannya. Seberat atau seringan apapun olahraga yang dijalani, tanpa konsistensi hasilnya juga tidak bisa dirasakan.

Meski Anda memiliki semangat dan motivasi, sikap ini nyatanya tidak bisa membantu Anda tetap konsisten.

Nah, sesuatu yang bisa buat Anda konsisten adalah saat Anda merasa bahagia atau senang melakukan olahraga tersebut. Olahraga apapun tidak masalah, asalkan Anda senang melakukannya.

Jika Anda senang bersepeda karena bisa foto pemandangan sekitar, kata dr. Asa lakukan. Kalau Anda suka gym, lakukan. Begitu juga dengan lainnya.

Jika Anda lebih suka tidak interaksi dengan orang lain, jogging juga bisa jadi pilihan. Intinya adalah Anda senang melakukan olahraga tersebut.

Ada banyak hal yang bisa membuat Anda senang, mungkin suka pamer olahraga, ketemu banyak teman, dan lainnya. Semua hal ini harus bertujuan mengeluarkan endorphin dalam tubuh.

Semakin banyak endorphin keluar akan menjadikan badan Anda semakin sehat, menghilangkan stres. Tapi, lagi-lagi jika bahas hubungannya dengan olahraga, maka perlu melakukan olahraga yang membuat Anda senang dahulu.

Nah, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menghindari cedera. Ini adalah step penting, karena kita ingin mendapatkan manfaat dari olahraga, bukannya menyakiti tubuh sendiri.

Tahukah Anda jika cedera ini merupakan pembunuh terbesar yang bisa menghilangkan semangat?

Anda tidak akan merasa senang dan nyaman jika baru melangkah tubuh sudah mengalami reaksi nyeri, kaku, ngilu dan sebagainya.

Jangan sembarangan juga, untuk mencegah cedera ini, Anda harus tahu jika tidak semua olahraga itu cocok bagi semua orang.

dr. Asa memberikan contoh seperti ini: Misal seorang yang usianya 43 tahun dengan berat badan 93 kg dengan tinggi badan 165 cm. Kemungkinan Anda suka jogging atau bermain badminton bareng teman-teman.

Tapi, tunggu kata dr. Asa resiko cedera pada kedua olahraga tersebut. Kenapa? Berdasarkan data ini Anda masuk kategori obesitas. Jadi, disarankan untuk Anda menghindari olahraga dengan dampak tinggi karena banyaknya gerakan mendadak pada olahraga badminton.

Salah langkah saja bisa menyebabkan resiko ligamen bisa putus atau mengalami cedera besar. Begitu pun dengan jogging karena beban untuk lutut terlalu besar sehingga akan mengalami nyeri kronis.

Untuk semua olahraga juga jangan lupa untuk melakukan streching atau warming up. Untuk ini beda olahraga, beda juga teknik pemanasannya. Jadi, bisa cari di Youtube saja jelasnya.

Jangan di skip untuk warming up ini. Cukup 15 menit akan membantu mengurangi resiko cedera parah. (Elva/Fajar).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan