Utang Indonesia Capai Rp7.733 Triliun, Said Didu: Mendekati 50 Persen Pendapatan Negara Digunakan untuk Bayar Pokok dan Bunga

  • Bagikan
Sri Mulyani dan Said Didu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa pemerintah mampu membayar utang Indonesia yang per 30 Desember 2022 sebesar Rp7.733,99 triliun.

Said Didu menjelaskan, 50 persen pendapatan negara digunakan untuk bayar utang baik pokok maupun bunganya. Dia pun bertanya kepada Menteri Keuangan soal kemampuan untuk membayar utang itu dari mana?

"Ingat skrg sdh mendekati 50% pendapatan negara digunakan utk bayar utang (pokok dan bunga). Mohon tunjukkan kemampuan tsb dari mana ? Dari meras rakyat lewat pajak dan penghapusan subsidi ?" cuit Said Didu di linimasa Twitternya, dikutip FAJAR.CO.ID, Selasa (24/1/2023).

Cuitan Said Didu itu pun direspons Staf Khusus Menteri Keuangan, Prastowo Yustinus.

Menurut dia, selama ini reputasi Indonesia dalam membayar utang sangat baik. Selain itu, bebernya, penggunaan utang juga produktif.

Dia merinci, penambahan utang Rp1200 triliun gotong royong dengan Bank Indonesia atasi pandemi.

Dia menegaskan, pernyataan Said Didu yang memeras rakyat denga pajak itu adalah fitnah, justru melalui UU HPP beban pajak untuk kelompok penghasilan bawah turun.

"Pak @msaid_didu minta ditunjukkan kemampuan bayar kita. Gampang Pak. Silakan cek dan tunjukkan apakah kita pernah gagal bayar atau minta penjadwalan? Jika tidak, itu sdh menjadi jawaban yg terang benderang," cuit Prastowo Yustinus. (eds)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan