Angka Kemiskinan Makassar Terendah di Sulsel, Ini Faktor Pendukungnya

  • Bagikan
grafis ketimpangan angka kemiskinan di Sulsel

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Data Badan Pusat Statistik (BPS) menujukkan, kota-kota di Sulsel memiliki angka kemiskinan terendah dibandingkan daerah lain.

Makassar dan Paraepare, contohnya. Dari sisi komparasi peresentase populasi miskin, kedua kota ini relatif lebih mampu menekan angka kemiskinan. Hanya saja, ini tentu akan berbeda ketika disandingkan dengan angka riil warga miskin.

Kota Makassar memang maju. Di antara 24 daerah di Sulsel, persentase kemiskinannya terendah.

Angka kemiskinan di Kota Makassar tercatat mengalami penurunan. BPS Makassar mencatat penurunannya mencapai 0,07 persen, atau dari angka 5,11 persen pada 2021 menjadi 5,04 pada 2022.

Secara umum penurunan angka kemiskinan ini diakibatkan kondisi yang sudah mulai kembali normal. Geliat ekonomi di Makassar dapat dilihat secara kasat, dengan bergeraknya sektor industri rumah tangga atau UMKM di semua lini.

"Orang cenderung keluar untuk berusaha," ujar Kepala BPS Makassar Syahrir Wahab.

Faktor itu juga didukung oleh keberadaan layanan dan kendaraan daring yang ramai bergerak ke sana ke mari. "Kalau ke mana-mana pasti banyak Grab yang antre, ke rumah makan banyak juga yang antre," jelasnya.

Di samping itu, sejumlah program pemerintah cukup progresif mendorong sektor UMKM. Seperti halnya program lorong wisata. Pembagian sembako dan BLT ini juga mulai berdampak.

"Ini, kan, kalau tepat sasarannya, bisa mengendalikan inflasi. Nah, itu juga menjadi pendapatan penduduk kecil kelas bawah," jelasnya.

Meski sejumlah faktor ini sudah tampak, untuk melihat seberapa besar pengaruhnya, masih membutuhkan pendalaman khusus.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan