Bacakan Pledoi, Pengacara Putri Candrawathi Persoalkan Garis Polisi di Rumahnya

  • Bagikan
Putri Candrawathi (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID< JAKARTA - Advokat Febri Diansyah yang menjadi penasihat hukum Putri Candrawathi, mempersoalkan garis polisi yang terpasang di kediaman kliennya di Jalan Duren Tiga Nomor 46, Jakarta Selatan.

Febri beralasan penyidikan di lokasi yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J itu sudah selesai sehingga seharusnya garis polisi tersebut dicopot.

"Sebenarnya kalau kasusnya sudah selesai, kan, garis polisi itu tidak dibutuhkan lagi," kata Febri seusai mendampingi Putri menjalani persidangan beragendakan pembacaan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu (25/1).

Masalah garis polisi di rumah dinas Ferdy Sambo itu juga dituangkan dalam pleidoi yang dibacakan penasihat hukum Putri. Febri pun meminta majelis hakim memerintahkan pencopotan garis polisi tersebut.
Eks juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menjelaskan Putri Candrawathi memiliki barang pribadi di rumah yang menjadi TKP pembunuhan itu.

“Ada beberapa barang-barang yang tidak ada hubungannya dengan perkara," ucap Febri.

Mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) itu memerinci sejumlah barang di TKP yang tidak ada relevansinya dengan perkara, salah satunya beras.

“Ada barang-barang lain yang juga tidak relevan dan hakim juga sudah melakukan pemeriksaan setempat," kata Febri.

Kendati demikian, Febri menyerahkan keputusan atas permohonannya itu kepada majelis hakim yang menyidangkan dan mengadili Putri Candrawathi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan