MS Dipenjara di Arab Saudi Setelah Dituduh Pegang Payudara, Keluarga Minta Perlindungan Presiden

  • Bagikan
ILUSTRASI pelaku pelecehan seksual

FAJAR.CO.ID, PANGKEP-- Kasus pegang payudara sejatinya belum selesai. Meski telah vonis, keluarga masih mencari upaya hukum.

Orang tua Muhammad Said (MS) telah melayangkan surat kepada Presiden Republik Indonesia, meminta perlindungan hukum. Buntut vonis dua tahun oleh Pemerintah Arab Saudi terhadap Said.

Ibu Said yang merupakan warga Pulau Podang-podang, Desa Mattiro Dolangeng, Kecamatan Liukang Tupabiring, Biba mengaku meminta bantuan perlindungan hukum untuk anaknya yang tengah menjalani masa hukuman di Arab Saudi sejak akhir 2022 lalu.

"Kami sangat berharap agar anak kami di sana dibantu, diberi perlindungan hukum oleh Bapak Presiden," katanya, Selasa, 24 Januari.

Anaknya itu sehari-hari berpofesi sebagai nelayan di pulau. Istri Said saat ini tengah hamil.

"Dia itu tulang punggung keluarga dan istrinya lagi hamil tua. Kami mohon agar kiranya Bapak Presiden memberikan perlindungan hukum bagi anak kami," harapnya.

Kepala Desa Mattiro Dolangeng, Kaharuddin mengungkapkan Said merupakan warganya yang selama ini dikenal sebagai seorang yang berpribadi baik. Said aktif di berbagai kegiatan sosial, terutama pada kegiatan kelompok nelayan.

"Dia juga tidak memiliki catatan kejahatan atau tindak kriminal. Kami memohon bantuan agar warga kami di desa ini bisa diberi perlindungan dan pengampunan hukuman dari Pemerintah Arab Saudi," harapnya.

Sementara itu, Bupati Pangkep Muh Yusran Lalogau mengaku sudah menerima surat permohonan dari keluarga Said agar dibantu untuk perlindungan hukum.

"Kita sudah terima permohonan bantuan perlindungan hukum untuk warga kita yang ditahan di Arab Saudi. Olehnya itu, kita akan kooordinasikan segera dengan Kemenkumham RI, terkait penahanan warga kita yang ada di sana," paparnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan