Terkesan Setujui Usul Kenaikan Biaya Haji Rp69 Juta, Saleh Partaonan Daulay Tuntut Evaluasi Kinerja BPKH

  • Bagikan
Saleh Partaonan Daulay.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay merasa Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) belum punya banyak prestasi dalam meningkatkan nilai manfaat dana ibadah yang menjadi rukun kelima Islam itu.

"Jujur saja, saya belum melihat prestasi BPKH dalam meningkatkan nilai manfaat dana haji," kata mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah itu melalui layanan pesan, Rabu (25/1).

Adapun, Saleh mengkritisi BPKH setelah lembaga tersebut terkesan menyetujui usulan kenaikan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 2023 sebesar Rp 69 juta.

Terlebih lagi, BPKH sampai menggunakan perbandingan penggunaan nilai manfaat yang terus mengalami kenaikan dan total Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sejak 2010 hingga 2022.

"Terkesan hanya sebagai pernyataan retoris untuk menjustifikasi kenaikan Bipih (biaya perjalanan ibadah haji)," lanjut Saleh.

Dia mengatakan DPR dan masyarakat luas sebaiknya bersama-sama melakukan evaluasi atas kinerja BPKH.

Pasalnya, kata legislator Daerah Pemilihan II Sumatra Utara itu, usulan kenaikan Bipih 2023 tidak lepas dari kinerja BPKH.

Saleh bahkan menyebutkan kehadiran BPKH lebih cepat menggerus nilai manfaat keuangan haji. Sebab, biaya operasional dan gaji lembaga tersebut diambil dari nilai manfaat.

Saleh kemudian menyebut biaya operasional BPKH menurut PP Nomor 5 5 Tahun 2018 maksimal 5 persen dari perolehan nilai manfaat tahun sebelumnya.

"Sementara itu, kinerja BPKH untuk menaikkan nilai manfaat tidak signifikan. Sekarang malah, BPKH ikut bersuara agar ada kenaikan ongkos haji. Ini sangat ironis dan malah cenderung tidak adil," katanya. (jpnn/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan