Bantah Pernyataan Waketum Nasdem, Ketua DPP Demokrat: Tidak Ada Paksa Memaksa!

  • Bagikan
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sambut kedatangan Anies Baswedan di Kantor DPP Demokrat, Jumat 7 Oktober 2022

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Ahmad Ali menyinggung soal adanya partai calon mitra koalisi pendukung Anies Baswedan belum apa-apa sudah menyodorkan figur sebagai calon wakil presiden.

Partai tersebut, coba-coba membuat analisisnya sendiri soal sosok cawapres Anies dan menyodorkan nama kadernya sendiri.

"Jangan kemudian membuat analisa sendiri bahwa figur ini lah yang paling tepat mendampingi Anies. Kan subjektif kalau kemudian dianggap bahwa satu figur tertentulah yang membuat analisa sendiri dan orang yang dimaksud adalah orang mereka sendiri. Itu kan tidak fair," ujarnya.

Pernyataan Ali dianggap sindiran kepada Partai Demokrat yang selama ini ‘getol’ menyodorkan ketua umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menjadi calon wakil presiden dari Anies Baswedan.

Ketua DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, membantah jika pihaknya disebut memaksakan calon bagi Anies. Terlebih menjadikan AHY untuk cawapres sebagai syarat dalam penjajakan koalisi.

"Tidak ada paksa memaksa, tidak paksa memaksa," kata Herman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Menurutnya, semua partai dalam penjajakan Koalisi Perubahan diberikan kesetaraan yang sama untuk bisa mengusulkan nama sebagai cawapres Anies.

"Semuanya dalam kesetaraan equal partnership prinsip ketiga partai ini sehingga semua-semuanya boleh mengusulkan. Boleh mendiskusikan tidak ada memaksakan begitu," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan, jika ada partai politik mengusulkan atau menyodorkan kadernya hal tersebut merupakan hal yang wajar. Terlebih kader tersebut dianggap mumpuni untuk didorong maju dalam kontestasi pemimpin nasional.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan