Ferdy Sambo Minta Dibebaskan, Eks Penyidik KPK: Artinya Bersangkutan Tidak Merasa Bersalah

  • Bagikan
Ferdy Sambo saat menjalani sidang tuntutan di PN Jaksel (foto: Pram/fajar)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Ferdy Sambo dalam pledoi atau nota keberatannya, minta dibebaskan dalam kasus pembunuhan Brigadir J, alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Merespon hal itu, eks penyidik Komisi Penberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo Harahap menilai Sambo tidak menyesali perbuatannya, padahal fakta persidangan terbukti dia bersalah.

“Ferdy Sambo ingin dibebaskan dari segala tuduhan. Artinya bebas dari hukuman yah. Padahal fakta persidangan sudah terlihat jelas. Termasuk Jaksa yakin menuntut seumur hidup,” ungkapnya, dikutip dari unggahannya di Twitter, Kamis (26/1/2023).

“Namun alih-alih minta keringanan dari hakim, malah minta bebas. Artinya apa, artinya bersangkutan tidak merasa bersalah, dan tidak menyesal. Minta bebas. Harusnya kan mintanya keringanan, misalnya 20 tahun, 18 tahun, gitu kan. Ini malah minta bebas,” sambungnya.

Tapi itulah pledoi, kata Yudi, ruang bagi terdakwa untuk meminta dan bilang apa yang ia ungkapkan.

Tapi yang sisoroti Yudi, persidangan sampai pledoi kemarin, tidak membuka motif selain pelecehan seksual. Akibatnya Brigadir J hingga saat ini tertuduh sebagai pelaku pelecehan. Brigadir J yang meninggal tidak bisa membela dirinya.

“Kemudian kedua, tidak ada tindak pidana lain yang terbuka. Dulu katanya, akan dibongkar inilah itulah, ada mega skandal dan sebagainya. Ternyata tidak ada, kasusnya berkutat di pembunuhanlah, pelecehan seksual lah. Padahal fakta-fakta visumnya tidak ada,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 24 Januari 2023 saat membacakan pledoinya meminta dibebaskan dari tuntutan jaksa.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan