Hati-hati Bagi Petahana! Kalah di Pileg Berefek Buruk ke Pilkada

  • Bagikan
Ilustrasi pilkada

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR--Petahana kepala daerah yang hendak maju ke Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di kabupaten kota disarankan tak maju di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024. Ada efek negatif bagi popularitasnya.

Apalagi melihat jarak antara Pileg dan Pilkada itu sangat singkat. Pilkada Serentak 2024 pada 27 November 2024, hanya berselang 287 hari dari pelaksanaan Pemilu untuk Presiden dan Legislatif yang dilaksanakan pada 14 Februari 2024.

Belum lagi masa kampanye resmi yang terbatas. Beda posisi bukan petahana yang hendak menjadi calon bupati, mereka bisa menjadikan Pileg sebagai ruang.

"Dengan maju ke Pileg ada waktu tambahan untuk calon-calon kepala daerah ini," kata Pengamat Politik Unhas Andi Ali Armunanto.

Namun bagi petahana kata Ali, ada keuntungan besar tak maju di Pileg, sebab maju dan kalah justru merusak popularitasnya. Sudah cukup investasi politik selama menjabat.

"Ditambah ingatan publik yang masih dan hanya mengenal petahana sebagai kepala daerah akan membawa keuntungan bagi petahana jika waktu kampanye hanya sebentar," ungkapnya.

Belum lagi kalau kandidat petahana tersebut masih memegang power di pemerintahan. Menurut infrastruktur di pemerintahan tentu akan menunjang kandidat petahana untuk dapat mempertahankan kekuasaannya.

Sementara PAN Sulsel sudah menyiapkan sejumlah ketua-ketua partai di daerah menyatakan siap bertarung pada pemilihan kepala daerah (Pilkada). Akan tetapi, diminta bertarung di Pileg.

Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi mengatakan, sejumlah kader mereka menyatakan siap maju pemilihan bupati. Di antaranya, Gowa,Jeneponto, Luwu Utara, Luwu, dan Enrekang.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan