Usai Deklarasikan Anies, AHY Disindir Ingin Ikuti Jejak Gerindra-PKB, Ini Sebabnya

  • Bagikan
Luqman Hakim

FAJAR.CO.ID, JAKARTA--Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Luqman Hakim, mengomentari ajakan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada Partai NasDem dan PKS untuk membuat sekretariat bersama (Sekber).

Usai mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden, AHY mengajak NasDem dan PKS untuk membuat sekber dengan nama Sekretariat Perubahan.

Tujuannya yaitu untuk memperlihatkan keseriusan dan komitmen merealisasikan Koalisi Perubahan yang selama ini dicanangkan.

Menanggapi hal tersebut, Luqman mengatakan memang langkah Partai Gerindra dan PKB yang membangun Sekber perlu diikuti.

Menurutnya, pembangunan Sekber bisa menunjukkan langkah maju dan nyata dalam berkoalisi dengan partai lain.

“Layak diikuti aksi @DPP_PKB dan @Gerindra yg melangkah maju dan nyata dlm berkoalisi dg bikin SEKBER: Sekretariat Bersama di seluruh Indonesia,” ujar Luqman, dikutip dari akun Twitter pribadi pada Kamis (26/1/2023).

Luqman kemudian menegaskan bahwa berdasarkan konstitusi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden hanya bisa dicalonkan oleh partai politik atau gabungan partai politik, bukan pihak lain.

“Capres-Cawapres menurut Konstitusi menjadi kewenangan parpol/gabungan parpol. Bukan pihak lain. Yuk berdemokrasi berdasar Konstitusi!” imbuhnya.

Layak diikuti aksi @DPP_PKB dan @Gerindra yg melangkah maju dan nyata dlm berkoalisi dg bikin SEKBER: Sekretariat Bersama di seluruh Indonesia.

Capres-Cawapres menurut Konstitusi menjadi kewenangan parpol/gabungan parpol. Bukan pihak lain.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan