Rp500 Triliun Anggaran Kemiskinan Habis untuk Studi Banding dan Rapat di Hotel, Hilmi Firdausi: Astagfirullah

  • Bagikan
Foto: Instagram/Hilmi Firdausi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Qur’an Assa’adah, ustaz Hilmi Firdausi buka suara soal anggaran kemiskinan yang habis digunakan untuk Studi Banding dan rapat di hotel.

"Astaghfirullah, bingung mau ngomong apa lagi," ujar Hilmi dikutip dari unggahan twitternya, @Hilmi28 (29/1/2023).

Dikatakan Hilmi, anggaran sebesar itu mestinya bisa digunakan untuk mengentaskan kemiskinan.

Selain itu, ditekankan Hilmi, mengentaskan kemiskinan juga dapat memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

"Daripada sekadar untuk rapat dan studi banding. Btw, yang ngomong data ini Pak Menteri yaa," tukasnya.

Sebelumnya, Menpan RB Abdullah Azwar Anas menuturkan, hampir Rp500 triliun anggaran untuk kemiskinan yang tersebar di kementerian dan lembaga banyak terserap di studi banding kemiskinan, banyak rapat-rapat tentang kemiskinan. "Sehingga dampaknya kurang," ungkapnya.

Oleh karena itu, Menpan RB mendorong kementerian dan lembaga terkait melalukan reformasi besar-besaran untuk meningkatkan efektivitas program pengentasan kemiskinan.

Di antaranya, dengan memanfaatkan teknologi digital dalam kegiatan sosialisasi program kemiskinan untuk menghemat anggaran.

"Kalau tidak ke depan ini akan berulang terus, programnya kemiskinan tapi banyak terserap di studi banding kemiskinan," lanjutnya.

Selain itu, Menpan RB meminta untuk kementerian dan lembaga tidak harus mengundang konsultan dengan melakukan rapat di hotel-hotel. Dia menjamin cara ini tidak mempengaruhi penilaian untuk mendapatkan alokasi anggaran.

Tercatat, pada September 2022, secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,34 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp2.324.274,00/rumah tangga miskin/bulan.(Muhsin/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan