Dulu Tolak Keras Politik Dinasti, Sekarang PSI Ajak Kaesang Gabung, Andi Sinulingga: Partai Sontoloyo Indonesia

  • Bagikan
Andi Sinulingga

FAJAR.CO.ID, JAKARTA— Eks kader Partai Golkar yang kini jadi pendukung Anies Baswedan, Andi Sinulingga angkat bicara soal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang disebut tak konsisten.

Sebelumnya, PSI menolak keras politik dinasti karena dianggap membunuh demokrasi.

Namun disatu sisi, justru mengajak anak Presiden Joko Widodo Kaesang Pangarep bergabung di PSI usai, anak bontot Jokowi itu menyatakan kesiapannya terjun ke dunia politik.

“Partai Sontoloyo Indonesia,” ucap Andi seperti dilansir dari akun Twitter pribadinya, Minggu (29/1/2023).

Sebelumnya PSI seakan menyambut keinginan Kaesang Pangarep untuk bergabung ke politik dan membuka pintu untuk putra bungsu Presiden Jokowi itu.

"Politik membutuhkan darah segar, anak muda dengan kreativitas dan imajinas luas. Monggo Mas Kaesang, bergabung dengan PSI. Kita berjuang bersama, memertahankan dan meningkatkan segala kebaikan kebijakan yang telah dimulai," ucap Juru bicara DPP PSI, Cheryl Tanzil dilansir dari akun Twitter PSI.

Sikap PSI soal politik dinasti ini menuai beragam reaksi. Dengan mengajak Kaesang bergabung, PSI dianggap justru bertolak belakang dengan pernyataanya dulu yang menolak politik yang berbasis keluarga itu.

Akan tetapi, Cheryl Tanzil mengklaim bahwa PSI masih menolak politik dinasti. Menurut dia, politik dinasti itu ketika mempertahankan kekuasaan secara turun temurun ataupun seorang bapak yang tengah memegang kekuasaan menunjuk anaknya untuk juga berkuasa di wilayah yang lebih kecil.

“Ini kan beda. Bapaknya terpilih secara demokratis untuk menjadi Presiden. Anaknya lalu kita ajak bersama kita untuk berkompetisi juga secara demokratis. Jangan sampai hanya karena seseorang adalah anak presiden, hak-hak politiknya untuk ikut berpartisipasi dalam demokrasi malah dikebiri,” pungkasnya. (wartaekonomi/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan