Identitas Penyidik yang Dituding Pemerasan Terhadap Bripka Madih

  • Bagikan
Bripka Madih membawa sejumlah bukti kepemilikan lahan ke Premiere Estate 2, Jatiwarna, Pondokmelati, Jumat, 3 Februari 2023. Foto: Pojoksatu.id/Adika F Utomo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya akan menjadwalkan konfrontir Bripka Madih dengan salah satu penyidik yang diklaim telah memeras dirinya.

Penyidik yang dituding Bripka Madih telah memeras dirinya itu berinisial TG. Keduanya akan dipertemukan. Tujuannya untuk mencocokkan keterangan keduanya terkait kasus pemerasan tersebut.

“Kita akan lakukan konfrontir dengan penyidik TG di depan Dirkrimum supaya ini tidak melebar,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, Sabtu (4/2/2023).

Menurut Trunoyudo, penyidik yang dituding Madih itu telah purna dalam tugasnya alias pensiun sejak Oktober 2022 lalu.

Meski begitu, penyidik tetap akan mempertemukan keduanya agar tudingan pemerasan tersebut menemukan titik terang.

“Dan kemudian, penyidiknya yang disebutkan bernama TG merupakan purnawirawan, sudah pensiun pada Oktober 2022,” tuturnya.

“Tapi Kita tetap akan lakukan konfrontir. Walaupun itu purnawirawan penyidiknya. Sudah purna,” ujarnya.

Seperti diketahui, anggota Provos Polsek Jatinegara, Bripka Madih, mengungkap hal yang cukup mencengangkan.

Sebagai anggota Polri, dia mengklaim dirinya turut menjadi dugaan korban pemeresan oknum penyidik di Polda Metro Jaya saat melaporkan kasus itu.

Madih mengaku peristiwa yang amat membuatnya kecewa ini terjadi pada 2011. Pasalnya Madih sebagai anggota polisi diperlakukan sewenang-wenang oleh sesama korps baju cokelat itu.

“Saya ini pelapor, ingin melaporkan penyerobotan tanah milik orang tua ke Polda Metro Jaya. Oknum penyidik itu minta langsung ke saya, sesama anggota polisi, dia berucap minta uang Rp100 juta. Saya kecewa,” ungkap Madih di kediaman orang tuanya di Jatiwarna, Rabu, 1 Februari 2023. (pojoksatu)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan