Enam Anggota JI Sumsel Ditangkap Densus 88 Antiteror, Ini Perannya

  • Bagikan
Ilustrasi Penangkapan Pelaku Teroris.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) Sumatera Selatan kembali diamankan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Mereka ditangkap dibeberapa tempat.

Dalam penangkapan itu, Densus 88 Antiteror setidaknya mengamankan enam terduga teroris dari kelompok JI Sumsel.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Komisaris Besar Aswin Siregar mengatakan keenam terduga teroris itu ditangkap di wilayah berbeda-beda, yakni di Lampung, Sumatera Selatan, Cirebon (Jawa Barat), dan Jakarta.

Meski ditangkap di beberapa wilayah yang berbeda, kata Aswin, keenam tersangka itu merupakan satu jaringan kelompok teroris JI. "Semua (tersangka) jaringan JI Sumsel," kata Aswin di Jakarta, Rabu (8/2).

Dia menjelaskan bahwa proses penangkapan para terduga teroris itu dilakukan sejak Selasa (7/2) pukul 07.10 WIB, dimulai dengan penangkapan satu terduga berinisial J di Kota Palembang, Sumsel.
Kemudian, berlanjut pada Rabu (8/2) pukul 01.45 WIB dengan penangkapan tiga orang terduga di wilayah Lampung, yakni inisial IR, LS alias Toni dan AF alias Burhan.

Pada hari yang sama sekitar pukul 06.55 WIB, personel Densus 88 Antiteror Polri melakukan penangkapan di wilayah Cirebon, Jawa Barat, dan Jakarta masing-masing terduga inisial ATS dan A alias B alias Boem.
Dia mengungkapkan seluruh tersangka terlibat dalam menyembunyikan, mengamankan atau melindungi para pelarian atau buronan yang masuk daftar pencarian orang (DPO) atau matlubin kasus tindak pidana terorisme.

"Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan awal oleh tim penyidik investigasi dan tim interogator," kata Kombes Aswin Siregara. (ant/jpnn/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan