Rumah Sakit Dikeluhkan Tak Bisa Operasi Usai Gempa Guncang Kota Jayapura, Tri Rismaharini Janjikan Ini

  • Bagikan
Menteri Sosial Tri Rismaharini. Foto: Ridwan/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAYAPURA -- Gempa yang mengguncang Kota Jayapura, Papua beberapa waktu lalu hingga kini masih dirasakan dampaknya oleh masyarakat setempat. Salah satunya pelayanan kesehatan tidak maksimal.

Hal itu diungkap Menteri Sosial, Tri Rismaharini. Dia mengungkap adanya keluhan warga karena rumah sakit tidak bisa digunakan terutama untuk kegiatan operasi.

Karena hal itu, Risma berjanji akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait kondisi gedung rumah sakit yang mengalami keretakan akibat gempa bumi di Kota Jayapura beberapa waktu lalu.

"Nanti akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan karena ada keluhan rumah sakit tidak bisa digunakan untuk operasi (pasien)," kata Mensos Risma, Selasa (14/2) siang setelah mendengar keluhan dari para korban gempa di Jayapura, Papua.

Risma juga menyebutkan telah menghubungi Sekretaris Menteri Kesehatan terkait kondisi rumah sakit pascagempa bumi.

"Saya sudah kontak dengan Pak Sekretaris Menteri Kesehatan untuk pemeriksaan masalah ini," ucapnya.

Kementerian Sosial RI menyalurkan santunan bagi empat korban meninggal dunia dalam musibah gempa bumi yang mengguncang Kota Jayapura beberapa waktu lalu.

Selain memberikan santunan senilai Rp 15 juta kepada setiap korban yang meninggal dunia, Menteri Sosial juga menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di tenda pengungsian.

Diketahui gempa bumi bermagnitudo 5,4 mengguncang Kota Jayapura, Papua, pada Kamis (9/2) lalu.

Gempa yang dipicu adanya aktivitas sesar aktif ini menelan 4 korban jiwa, dan menyebabkan setidaknya 1.006 KK terdampak, serta 3.554 jiwa mengungsi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan