Tiga Organisasi Penopang di Pilpres 2019 Tak Lagi Dukung Prabowo Subianto, Kecewa?

  • Bagikan
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (foto: Instagram Fraksi Gerindra)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tiga organisasi penopang disebut tak akan mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam pilpres 2024 mendatang. 

Mereka diantaranya Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF-Ulama), Persaudaraan Alumni (PA 212) dan Front Persaudaraan Islam (FPI). 

Padahal, ketiga organisasi tersebut sempat menyelenggarakan Ijtima Ulama untuk menyatakan dukungannya kepada Prabowo dalam Pilpres 2019 silam.

Pengamat politik Refly Harun mengatakan, ia telah menginformasi Sekjen GNPF-Ulama soal sikapnya dalam Pilpres 2024. 

Namun, organisasi sayap kanan itu memastikan untuk tidak lagi mendukung Menteri Pertahanan itu.

“Kata Sekjen GNPF-Ulama, ‘bagi GNPF-Ulama dan FPI, Prabowo sudah selesai bro’. Rupanya tiga organisasi penopang yang kuat ini yang banyak ditakuti orang ya, karena dianggap ini the right wing, sayap kanan yang sangat ekstrem, itu rupanya sudah menunjukkan tanda-tanda tidak akan mendukung Prabowo lagi,” ucap Refly dalam kanal YouTube-nya, Selasa, (14/2/2023). 

RH-akronim namanya mengatakan, para pendukung Prabowo tersebut di Pilpres sebelumnya kemungkinan kecewa karena Prabowo masuk kabinet Joko Widodo - Ma'ruf Amin yang menjadi lawannya pada Pilpres 2019.

“Kita paham bahwa mungkin mereka terluka karena Prabowo akhirnya mau masuk kabinet lalu kemudian diberikan jabatan Menteri Pertahanan,” ujarnya. 

Menurut, jarang sekali terjadi ada sebuah kontestasi politik lalu tiba-tiba lawannya justru menjadi menteri.

Dia menyinggung soal Hillary Clinton dengan Barack Obama tapi Hillary kalanya bukan dalam pemilihan presiden, tapi dalam konvensi Partai Demokrat. Dan jangan lupa mereka satu partai. 

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan