Bangun Ekosistem di Sulsel, Upaya Memasifkan Kendaraan Listrik

  • Bagikan
Mobil Hyundai sedang mengisi baterai di Nipah Mal Makassar. Hyundai kini menghadirkan layanan Hyundai hadir Untukmu untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi pelanggan. NURHADI/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Pusat memastikan serius beralih ke kendaraan listrik. Kini, daerah pun menanti gebrakan.

Electric vehicle (EV) alias kendaraan listrik mendapat karpet merah tahun ini. Baik motor maupun mobil, sama-sama mendapatkan privilese. Subsidi dan insentif besar disediakan pemerintah.

Untuk memuluskan proses peralihan itu, infrastruktur harus dibangun di Sulsel. Ekosistem kendaraan listrik mesti terwujud demi memastikan mata rantai dan siklusnya saling mendukung menuju peralihan.

Sejumlah pemda mulai menyadari itu. Tahap awal, beberapa kendaraan dinas (randis) diganti dengan EV. Disesuaikan dengan kapasitas keuangan daerah. Pun Pemkot Makassar juga mulai mendorong pencanangan ini lewat sejumlah program peralihan.

Saat ini Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar tengah menyiapkan roadmap kendaraan listrik. Sejumlah langkah pengembangan penggunaan kendaraan listrik ini ke depan telah dibuat. Misalnya, menyediakan angkutan pelayanan publik berbasis EV.

Di Dinas Kesehatan Makassar, misalnya, didorong program mobil Dottoro (pelayanan dokter keliling) yang disebut akan menggunakan EV. Tahun ini sudah ada anggaran dialokasikan dalam APBD.

"(Mobil Dottoro) rencananya memang sudah jauh dipikirkan sebelum ada ini (instruksi kendaraan listrik)," terang Helmy Budiman, Kepala Bappeda Kota Makassar, Selasa, 7 Maret.

Pemkot juga berupaya dalam menggalakkan sosialisasi penggunaan EV ini dengan menghadirkan sejumlah rancangan kendaraan listrik sebagai kendaraan umum. Co'mo yang merupakan kendaraan listrik rancangan Wali Kota Makassar menjadi salah satu prototipe yang terus disempurnakan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan