Elektabilitas 3 Partai Pengusung Masih Rendah, Dede Bhudyarto: Pengusung Anies Baswedan Belum Bisa Nyaingin PDIP

  • Bagikan
Kristia Budhyarto alias Dede Budhyarto --twitter / @kangdede78

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Komisaris Independen PT Pelni Kristia Budhyarto atau Dede Budhyarto menyebut, gabungan 3 Partai pengusung Anies Baswedan belum bisa menyaingi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Dede mengatakan hal tersebut merujuk pada hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang baru-baru ini dipublikasikan.

"Gabungan 3 Partai (Nasdem, Demokrat, PKS) pengusung
Anies Baswedan belum bisa nyaingin PDIP," ujar Dede dalam keterangannya (20/3/2023).

Sebelumnya diberitakan, elektabilitas sebagian besar Partai belum pulih jika dibandingkan dengan hasil pemilihan umum (Pemilu) 2019.

Demikian hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dipresentasikan Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, bertajuk “Trend Elektabilitas Partai” yang disiarkan melalui kanal YouTube SMRC TV pada Minggu, 19 Maret 2023.

Survei yang dilakukan pada awal Maret 2023 itu menunjukkan jika pemilu legislatif dilaksanakan saat survei dilakukan, PDIP mendapatkan dukungan terbesar, 23,4 persen.

Posisi Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu disusul Gerindra 14,1 persen, PKB 10,3 persen, Golkar 9,1 persen, Nasdem 7 persen, Demokrat 5,9 persen, PKS 5,7 persen, PPP 2,4 persen, PAN 1,9 persen, Perindo 1,7 persen, dan PSI 1,1 persen.

Sementara partai-partai lain mendapatkan suara di bawah 1 persen. Masih ada yang belum tahu atau tidak menjawab 15,3 persen.

Deni menjelaskan, dibanding hasil pemilu 2019, dukungan kepada PDIP naik dari 19,3 persen menjadi 23,4 persen.

Partai lain yang juga cenderung menguat adalah Gerindra dan PKB. Elektabilitas Gerindra sedikit naik dari 12,6 persen menjadi 14,1 persen.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan